Tulislah apa yang ada di pikiran Anda, perhatikan secara khusus pikiran yang berulang-ulang atau terus mengganggu. Semua ini akan menambahkan wawasan berharga ke dalam keyakinan yang telah kita bentuk selama bertahun-tahun. Keyakinan yang umum saya lihat dalam diri seorang yang sering ditekan atau sering disebut sasaran pemerasan emosional adalah :
¤ Tidak apa2 memberi lebih banyak dari yang kudapat
¤ Jika aku mencintai seseorang, aku bertanggungjawab atas kebahagiaan mereka
¤ Orang yang baik dan penuh cinta seharusnya membuat orang lain bahagia
¤ Jika aku melakukan apa yang benar2 ingin kulakukan, orang tsb akan menganggap aku egois.
¤ Ditolak adalah hal terburuk yang bisa terjadi pada diriku
¤ Jika tidak ada orang lain yang mau membereskan masalah, hal ini tergantung aku
¤ Melakukan hal ini tidak akan membunuh diriku, karena mereka sangat membutuhkan aku
¤ Kebutuhan dan perasaan mereka lebih penting daripada kebutuhan dan perasaanku
Pernyataan mana yang berlaku untuk diri Anda ? Pernyataan mana yang paling Anda kenali ? Tanyakan kepada diri Anda sendiri : Dimana saya mempelajarinya dan berapa lama saya telah meyakininya ?
Tidak satu pun pernyataan ini benar, tetapi kita terus berpegang padanya karena pernyataan inilah yang kita serap selama bertahun2. Sering kali, seperti yang telah kita sebutkan, kita mengira diri kitalah yang memilih keyakinan ini. Tetapi sebenarnya keyakinan itu telah ditanamkan oleh orang2 yang berkuasa di setiap tahap kehidupan kita – orangtua, guru, pembimbing, teman dekat.
Perasaan bukanlah kekuatan mandiri yang hanya berlangsung sebentar seperti yang kita kira. Perasaan merupakan respons dari apa yang kita pikirkan. Hampir setiap perasaan gelisah, sedih, takut, atw bersalah yang kita rasakan sebagai respons terhadap pemerasan emosional, didahului oleh sebuah keyakinan negatif atw salah tentang kekayaan internal kita, pesona kita, dan tanggung jawab kita terhadap orang lain. Dan keyakinan ini merupakan sumber perasaan kita. Maka, perilaku kitapun sering kali merupakan sebuah usaha untuk meredakan rasa tidak nyaman yang muncul dari keyakinan ini.
Intinya adalah : Untuk mengubah pola perilaku merusak diri, kita harus memulainya dengan elemen dasarnya yaitu KEYAKINAN KITA.




Keyakinan dari diri kita adalah hal yang utama, makanya ada tulisan di Rindam..Bila ragu-ragu lebih baik kembali. ..
hanya mimpi yang bisa enyakinkan keyakinan kita,
semua hanya memiliki rencana
Allah SWT punya kuasa,,
slm kenal dari wawan
kalau kita yakin menjadi lebih baik .. artinya kita akan menjadi lebih baik ..
Boleh… Boleh,
lam knal jg bwt wawan,
gk yakin mundur
saya jadi malu………………ini postingan ngomongin saya ya ?
Mikirin masa depan Bergantung pada Tuhan, heheehee, sambil jualan
memberi memang lebih mneyenangkan dari pada membeli…..
????? maksudnya…..
lagi ngomongin saya ??
jadi penulis mudah, yang tidak mudah itu jadi pembaca
“Jika aku mencintai seseorang, aku bertanggungjawab atas kebahagiaan mereka” mantab nih, yang ini
to safwan = memang tidak mudah wan jadi pembaca klo nggak bisa baca hehehe,
lo kok foto setengah wajah yang kemaren dah nggak ada ya…???
@ Rezaldo; kalau nga bisa baca lebih baik belajar nulis aja. Ckak